Tugas IBD - Manusia dan Penderitaan
PENDERITAAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Tidak kerasa sudah sangat lama di rumah, semua pekerjaan dilakukan di rumah. Masyarakat diimbau oleh pemerintah untuk di rumah saja guna pemutusan rantai wabah corona ini.
Selama pandemi ini saya merasa kegiatan saya lebih fleksibel, inilah yang menjadi tantangan untuk saya karena saya dituntut untuk dapat memanfaatkan waktu saya sebaik mungkin. Saya harus bisa menyortir kegiatan kegiatan yang penting bagi saya, kegiatan yang memang seharusnya saya prioritaskan. Terkadang saya bosan untuk dirumah, saya selalu berpikir kapan semua ini berakhir dan kembali ke kehidupan normal yang bebas keluar rumah tanpa harus khawatir dan takut terkena wabah corona ini. Di tengah pandemi ini, saya jarang sekali berkomunikasi dengan teman teman saya. Inilah yang membuat saya sedih karena tidak dapat berjumpa secara langsung. Walaupun sebenarnya saya dan teman teman saya masih dapat berkomunikasi melalui video call. Namun, rasanya sangat berbeda antara bertemu secara langsung dan hanya melalui video saja.
Selain itu, saya melihat berkurangnya pendapatan dari usaha yang dijalani orang tua saya. Orang tua saya membuka usaha bengkel dan sekarang memiliki 2 karyawan. Penghasilan dari bengkel saya menurun drastis saat pemerintah menetapkan kebijakan work from home (bekerja dari rumah). Sedangkan usaha bengkel adalah usaha yang tidak dapat dikerjakan di rumah. Saat itu, orang tua saya ingin menutup usahanya, tetapi mereka memikirkan bagaimana 2 orang karyawan dari bengkel saya itu dapat menafkahi keluarganya. Pada saat pandemi seperti ini banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu, orang tua saya tetap membuka usahanya.
Dengan demikian, saat pandemi seperti ini banyak kesulitan (penderitaan) yang dihadapi. Bukan hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga banyak masyarakat diluar sana yang terkena dampaknya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus saling tolong menolong dan mendukung antara satu dengan yang lainnya.
Comments
Post a Comment